Muhammad Jusuf Kalla ( @jusufkalla ) Instagram Profile

jusufkalla

Muhammad Jusuf Kalla

Akun Resmi Wakil Presiden Republik Indonesia Muhammad Jusuf Kalla 🇮🇩.
Dikelola oleh Tim Media Wapres

  • 450 posts
  • 219.4k followers
  • 20 following

Muhammad Jusuf Kalla Profile Information

  • Tidak ada negara yang bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Untuk itu kita harus membeli. Untuk bisa membeli ya kita juga harus menjual. Itulah esensi perdagangan.
•
Ada yang menyebut perang dagang. Kita di sini, harus membaliknya menjadi perdagangan untuk perdamaian. Karena tanpa kondisi dan situasi yang damai kita juga tak bisa berdagang. Itulah tujuan kita semua.
•
*Wapres RI M. Jusuf Kalla saat membuka TRADE EXPO 34-2019 di ICE BSD*
  • @jusufkalla Profile picture

    @jusufkalla

    Tidak ada negara yang bisa memenuhi kebutuhannya sendiri. Untuk itu kita harus membeli. Untuk bisa membeli ya kita juga harus menjual. Itulah esensi perdagangan.

    Ada yang menyebut perang dagang. Kita di sini, harus membaliknya menjadi perdagangan untuk perdamaian. Karena tanpa kondisi dan situasi yang damai kita juga tak bisa berdagang. Itulah tujuan kita semua.

    *Wapres RI M. Jusuf Kalla saat membuka TRADE EXPO 34-2019 di ICE BSD*

  •  1,671  0  6 hours ago
  • Wakil Presiden Jusuf Kalla menggelar perpisahan dengan seluruh staf Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) di Trans Studio Mall, Jalan Alternatif Cibubur, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Minggu (13/10/2019).
  • @jusufkalla Profile picture

    @jusufkalla

    Wakil Presiden Jusuf Kalla menggelar perpisahan dengan seluruh staf Sekretariat Wakil Presiden (Setwapres) di Trans Studio Mall, Jalan Alternatif Cibubur, Cimanggis, Depok, Jawa Barat, Minggu (13/10/2019).

  •  11,914  0  13 October, 2019
  • Wapres M Jusuf Kalla didampingi Menpan RB Drs  Syafrudddin menjenguk Bapak Wiranto di RSPAD Jakarta,Kamis (10/10/2019) Wapres M Jusuf Kalla bersama Menpan RB  Drs Syafruddin diterima oleh Istri Wiranto ibu Uga Wiranto.
  • @jusufkalla Profile picture

    @jusufkalla

    Wapres M Jusuf Kalla didampingi Menpan RB Drs Syafrudddin menjenguk Bapak Wiranto di RSPAD Jakarta,Kamis (10/10/2019) Wapres M Jusuf Kalla bersama Menpan RB Drs Syafruddin diterima oleh Istri Wiranto ibu Uga Wiranto.

  •  6,914  0  10 October, 2019
  • Dirgahayu TNI ke 74, tetap menjadi kebanggaan rakyat & tetap setia menjaga persatuan dan kesatuan bangsa 🇮🇩
  • @jusufkalla Profile picture

    @jusufkalla

    Dirgahayu TNI ke 74, tetap menjadi kebanggaan rakyat & tetap setia menjaga persatuan dan kesatuan bangsa 🇮🇩

  •  10,276  0  5 October, 2019
  • "Bahaya, begitu orang tidak percaya kepada Palang Merah khususnya Ambulans, siapa yang berdiri di tengah kalau ada masalah? Sejak awal saya katakan tidak mungkin itu teman-teman relawan di PMI akan berbuat seperti itu, kita tahu benar bahwa mereka relawan-relawan itu menjaga betul prinsip-prinsip netralisme dan indepensi," Ujar Wapres RI M. Jusuf Kalla terkait Ambulans PMI yang dituding membawa batu dan bensin Saat demo. @palangmerah_indonesia
  • @jusufkalla Profile picture

    @jusufkalla

    "Bahaya, begitu orang tidak percaya kepada Palang Merah khususnya Ambulans, siapa yang berdiri di tengah kalau ada masalah? Sejak awal saya katakan tidak mungkin itu teman-teman relawan di PMI akan berbuat seperti itu, kita tahu benar bahwa mereka relawan-relawan itu menjaga betul prinsip-prinsip netralisme dan indepensi," Ujar Wapres RI M. Jusuf Kalla terkait Ambulans PMI yang dituding membawa batu dan bensin Saat demo. @palangmerah_indonesia

  •  4,646  0  28 September, 2019
  • Pendanaan Inovasi, Penguatan Kemitraan dan Mobilisasi Investasi Swasta Solusi Kesenjangan Pendanaan

Pencapaian SDGs membutuhkan banyak dana. Diperkirakan ada kesenjangan pendanaan yang sangat besar tidak kurang dari USD2,5 triliun per tahun untuk mencapai SDGs pada tahun 2030. Untuk itu diperlukan langkah terobosan Pemerintah Indonesia agar memiliki pembiayaan yang cukup untuk mengimplementasikan seluruh Agenda 2030.
•
“Indonesia telah mengambil berbagai langkah untuk mempersempit kesenjangan ini, melalui berbagai kebijakan, melalui pendanaan inovasi, penguatan kemitraan, dan mobilisasi investasi swasta,” jawab Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla saat bertindak sebagai panelis pada High Level Dialogue On Financing For Development yang bertajuk “Moving the Money to Fill the Climate Action and SDGs Financing Gap”  yang di gelar sekitar pukul 15.40 WS di Trusteeship Council Chamber,  Markas Besar PBB Ney York, Kamis (26/9/2019).
•
Lebih jauh Wapres memaparkan bahwa sejak 2015, Indonesia telah meningkatkan upaya untuk mengambil kebijakan fiskal dan reformasi struktural yang lebih bertarget. Guna mendorong mobilisasi lebih banyak sumber daya pembiayaan domestik. “Kami telah menerapkan sejumlah pendekatan,” tuturnya.
  • @jusufkalla Profile picture

    @jusufkalla

    Pendanaan Inovasi, Penguatan Kemitraan dan Mobilisasi Investasi Swasta Solusi Kesenjangan Pendanaan

    Pencapaian SDGs membutuhkan banyak dana. Diperkirakan ada kesenjangan pendanaan yang sangat besar tidak kurang dari USD2,5 triliun per tahun untuk mencapai SDGs pada tahun 2030. Untuk itu diperlukan langkah terobosan Pemerintah Indonesia agar memiliki pembiayaan yang cukup untuk mengimplementasikan seluruh Agenda 2030.

    “Indonesia telah mengambil berbagai langkah untuk mempersempit kesenjangan ini, melalui berbagai kebijakan, melalui pendanaan inovasi, penguatan kemitraan, dan mobilisasi investasi swasta,” jawab Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla saat bertindak sebagai panelis pada High Level Dialogue On Financing For Development yang bertajuk “Moving the Money to Fill the Climate Action and SDGs Financing Gap” yang di gelar sekitar pukul 15.40 WS di Trusteeship Council Chamber, Markas Besar PBB Ney York, Kamis (26/9/2019).

    Lebih jauh Wapres memaparkan bahwa sejak 2015, Indonesia telah meningkatkan upaya untuk mengambil kebijakan fiskal dan reformasi struktural yang lebih bertarget. Guna mendorong mobilisasi lebih banyak sumber daya pembiayaan domestik. “Kami telah menerapkan sejumlah pendekatan,” tuturnya.

  •  2,162  0  27 September, 2019
  • Wapres M Jusuf Kalla menjadi moderator di Forum Trusteeship Council High Level Political Forum Leader Dialogue.
  • @jusufkalla Profile picture

    @jusufkalla

    Wapres M Jusuf Kalla menjadi moderator di Forum Trusteeship Council High Level Political Forum Leader Dialogue.

  •  1,511  0  26 September, 2019
  • Wapres RI M. Jusuf Kalla di dampingi Menko PMK Puan Maharani bertemu Ratu Maxima di Markas Besar PBB New York, 24/9.
  • @jusufkalla Profile picture

    @jusufkalla

    Wapres RI M. Jusuf Kalla di dampingi Menko PMK Puan Maharani bertemu Ratu Maxima di Markas Besar PBB New York, 24/9.

  •  2,224  0  25 September, 2019
  • Hari ini Wapres RI M. Jusuf Kalla mengajak kita memperkenalkan Batik pada pembukaan Sidang Umum PBB, New York 24/9.
  • @jusufkalla Profile picture

    @jusufkalla

    United Nations

    Hari ini Wapres RI M. Jusuf Kalla mengajak kita memperkenalkan Batik pada pembukaan Sidang Umum PBB, New York 24/9.

  •  4,852  0  24 September, 2019
  • Paparkan 3 Poin Penting Untuk Pastikan Suksesnya Jaminan Kesehatan Universal
•
Sejak diluncurkan pada tahun 2014, skema jaminan kesehatan nasional menyediakan paket layanan kesehatan yang luas. Mencakup pencegahan, penyembuhan dan rehabilitasi. Hal ini menggambarkan bahwa Indonesia telah melangkah maju dalam merancang dan menerapkan sistem Jaminan Kesehatan Universal. Karena Jaminan kesehatan universal merupakan kebutuhan mendasar.
•
"Saya senang dapat sampaikan bahwa skema kesehatan ini," ujar Wakil Presiden (Wapres) Juduf Kalla dalam pidato singkatnya pada pertemuan High Level Meeting on Universal Health Coverage  yang bertajuk " Universal Health Coverage: Moving Together to Build a Healthier Word" di Trusteeship Chamber & Ecosoc Chamber, Markas Besar PBB, Senin (23/9/2019).
•
Lebih jauh Wapres yang hadir didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dan Menteri Kesehatan Nila Moeloek menuturkan Jaminan Kesehatan didukung oleh 25.000 penyedia layanan kesehatan yang melindungi lebih dari 223 juta orang, dimana 96 juta menerima subsidi mencakup 83,9 persen dari total penduduk Indonesia. •
"Ini merupakan skema single-payer terbesar di dunia," terangnya.
•
Menurutnya, hingga tahun 2019, Pemerintah Indonesia menargetkan semua pekerja termasuk pekerja wiraswasta akan mendaftarkan diri pada skema ini.
•
Terlepas dari kemajuan tersebut, Wapres mengakui masih terdapat tantangan yang cukup besar dalam menerapkan skema ini, termasuk dalam hal kapasitas fiskal, kesiapan dari sisi penyedia dan sektor farmasi. (Husain Abdullah- Jubir Wapres RI)
  • @jusufkalla Profile picture

    @jusufkalla

    Paparkan 3 Poin Penting Untuk Pastikan Suksesnya Jaminan Kesehatan Universal

    Sejak diluncurkan pada tahun 2014, skema jaminan kesehatan nasional menyediakan paket layanan kesehatan yang luas. Mencakup pencegahan, penyembuhan dan rehabilitasi. Hal ini menggambarkan bahwa Indonesia telah melangkah maju dalam merancang dan menerapkan sistem Jaminan Kesehatan Universal. Karena Jaminan kesehatan universal merupakan kebutuhan mendasar.

    "Saya senang dapat sampaikan bahwa skema kesehatan ini," ujar Wakil Presiden (Wapres) Juduf Kalla dalam pidato singkatnya pada pertemuan High Level Meeting on Universal Health Coverage yang bertajuk " Universal Health Coverage: Moving Together to Build a Healthier Word" di Trusteeship Chamber & Ecosoc Chamber, Markas Besar PBB, Senin (23/9/2019).

    Lebih jauh Wapres yang hadir didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani dan Menteri Kesehatan Nila Moeloek menuturkan Jaminan Kesehatan didukung oleh 25.000 penyedia layanan kesehatan yang melindungi lebih dari 223 juta orang, dimana 96 juta menerima subsidi mencakup 83,9 persen dari total penduduk Indonesia. •
    "Ini merupakan skema single-payer terbesar di dunia," terangnya.

    Menurutnya, hingga tahun 2019, Pemerintah Indonesia menargetkan semua pekerja termasuk pekerja wiraswasta akan mendaftarkan diri pada skema ini.

    Terlepas dari kemajuan tersebut, Wapres mengakui masih terdapat tantangan yang cukup besar dalam menerapkan skema ini, termasuk dalam hal kapasitas fiskal, kesiapan dari sisi penyedia dan sektor farmasi. (Husain Abdullah- Jubir Wapres RI)

  •  5,509  0  24 September, 2019
  • Indonesia Dukung Inisiatif Aksi Iklim Berbasis Laut

Ditengah laut menghadapi tantangan, namun tetap harus terus di jaga keseimbangannya antara kebutuhan untuk pertumbuhan ekonomi dan melindungi laut dan sumber dayanya. "Ini adalah dua sisi dari mata uang yang tidak bisa dipisahkan," ujar Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla dalam pidatonya pada 2nd Meeting of High level Panel for Sustainable Ocean Economy di Conference Room 7 Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, Senin (23/9/2019). Lebih lanjut, Wapres mengungkapkan bahwa Indonesia mendukung penuh inisiatif aksi iklim berbasis laut yang akan diluncurkan hari ini, guna mendukung UN Climate Action Summit "Ini merupakan prakarsa penting dalam menegaskan keterkaitan laut dan iklim," terangnya.

Di forum tersebut, Wapres juga menuturkan bahwa Indonesia bangga berada di antara negara garda terdepan dalam upaya melindungi laut kita bersama. "Bagi Indonesia, laut adalah masa depan kita semua," tandasnya.

Menutup pidato singkatnya, Wapres memaparkan tiga prioritas dalam Panel ini, yang pertama, terang Wapres, Indonesia mendorong aksi global dalam mengatasi sampah plastik laut. Dalam hal ini, jelasnya, Indonesia telah mencapai 20% target pada tahun 2019 (dari 75% tahun 2025) 
Kedua, urai Wapres, Indonesia menjamin pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. "Komitmen untuk memerangi IUU fishing dan kejahatan terorganisir terkait perikanan harus dipertebal," tegasnya.

Untuk itu, Wapres menegaskan bahwa kolaborasi antara ASEAN dan kawasan Pasifik dalam hal ini adalah hal yang vital.

Berikutnya yang Ketiga dan terakhir, kata Wapres mengarusutamakan isu laut dalam negosiasi perubahan iklim, termasuk pada UNFCCC dengan menekankan pentingnya pengelolaan hutan bakau dan lahan gambut secara berkesinambungan. "Saya berharap, Koalisi ini dapat terus melakukan hal-hal konkrit untuk mengarusutamakan isu kelautan di tingkat global," tuturnya. "Agar terwujud ekonomi kelautan berkesinambungan yang bermanfaat bagi kita semua saat ini dan generasi mendatang," pungkasnya. (Husain Abdullah- Jubir Wapres RI).
  • @jusufkalla Profile picture

    @jusufkalla

    Indonesia Dukung Inisiatif Aksi Iklim Berbasis Laut

    Ditengah laut menghadapi tantangan, namun tetap harus terus di jaga keseimbangannya antara kebutuhan untuk pertumbuhan ekonomi dan melindungi laut dan sumber dayanya. "Ini adalah dua sisi dari mata uang yang tidak bisa dipisahkan," ujar Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla dalam pidatonya pada 2nd Meeting of High level Panel for Sustainable Ocean Economy di Conference Room 7 Markas Besar Perserikatan Bangsa-Bangsa, Senin (23/9/2019). Lebih lanjut, Wapres mengungkapkan bahwa Indonesia mendukung penuh inisiatif aksi iklim berbasis laut yang akan diluncurkan hari ini, guna mendukung UN Climate Action Summit "Ini merupakan prakarsa penting dalam menegaskan keterkaitan laut dan iklim," terangnya.

    Di forum tersebut, Wapres juga menuturkan bahwa Indonesia bangga berada di antara negara garda terdepan dalam upaya melindungi laut kita bersama. "Bagi Indonesia, laut adalah masa depan kita semua," tandasnya.

    Menutup pidato singkatnya, Wapres memaparkan tiga prioritas dalam Panel ini, yang pertama, terang Wapres, Indonesia mendorong aksi global dalam mengatasi sampah plastik laut. Dalam hal ini, jelasnya, Indonesia telah mencapai 20% target pada tahun 2019 (dari 75% tahun 2025)
    Kedua, urai Wapres, Indonesia menjamin pengelolaan perikanan yang berkelanjutan. "Komitmen untuk memerangi IUU fishing dan kejahatan terorganisir terkait perikanan harus dipertebal," tegasnya.

    Untuk itu, Wapres menegaskan bahwa kolaborasi antara ASEAN dan kawasan Pasifik dalam hal ini adalah hal yang vital.

    Berikutnya yang Ketiga dan terakhir, kata Wapres mengarusutamakan isu laut dalam negosiasi perubahan iklim, termasuk pada UNFCCC dengan menekankan pentingnya pengelolaan hutan bakau dan lahan gambut secara berkesinambungan. "Saya berharap, Koalisi ini dapat terus melakukan hal-hal konkrit untuk mengarusutamakan isu kelautan di tingkat global," tuturnya. "Agar terwujud ekonomi kelautan berkesinambungan yang bermanfaat bagi kita semua saat ini dan generasi mendatang," pungkasnya. (Husain Abdullah- Jubir Wapres RI).

  •  4,902  0  23 September, 2019