Instagram Nahdliyin ☪🇮🇩 ( @instanahdliyin ) Instagram Profile

instanahdliyin

Instagram Nahdliyin ☪🇮🇩

💡Syi'ar Rahmatan lil-Alamin
▪ Berita | Nasehat | Hikmah ▪
🔰Follow @santripancasilais
🔰Semua konten diakun ini Halal di Share/Save/Repost tanpa izin

  • 399 posts
  • 21.6k followers
  • 545 following

Instagram Nahdliyin ☪🇮🇩 Profile Information

  • #tolakpeoplepower .
NU DAN MUHAMMADIYAH SEPAKAT MELARANG WARGANYA IKUT AKSI 22 MEI
--------------
Dua ormas keagamaan terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah punya pendapat yang sama terkait dengan aksi “People Power” 22 Mei yang akan digelar pada tanggal 21 dan 22 Mei 2019 di Gedung KPU, Jakarta.

Baik NU maupun Muhammadiyah sama-sama mengimbau warganya agar tidak ikut aksi yang digagas oleh Persaudaraan Alumni 212 untuk menuntut KPU menghentikan pengumuman hasil pemungutan suara tersebut.

Muhammadiyah, melalui Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti sudah mengeluarkan imbauan resmi kepada segenap warga Muhammadiyah untuk tidak ikut aksi 22 Mei. “Muhammadiyah menghimbau kepada anggotanya untuk tidak turut serta dalam aksi 22 Mei. Warga persyarikatan hendaknya bisa menjadi warga negara yang santun, taat hukum, dan mengikuti khittah dan kepribadian Muhammadiyah. Sesuai dengan point ketiga Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup (MKCH), Muhammadiyah mematuhi hukum yang berlaku di NKRI” terang Abdul Mu’ti dalam keterangan tertulis.

Abdul menyatakan bahwa persoalan tentang penghitungan suara oleh KPU ini seharusnya diselesaikan melalui jalur hukum, bukan malah melalui pengerahan massa yang justru berpotensi menganggu keamanan dan kondusifitas umum. “Apabila terdapat keberatan terhadap hasil pemilu, hendaknya menempuh jalur hukum dan undang-undang dengan tetap mengedepankan dan mengutamakan persatuan dan kerukunan bangsa.” Senada dengan Muhammadiyah, NU pun juga mengeluarkan imbauan yang sama.

Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Helmy Faishal Zaini, menyarankan kepada segenap warga nahdliyin untuk tidak ikut aksi 22 Mei. “Mengimbau warga NU tidak perlu datang ke Jakarta untuk melakukan aksi. Lebih baik kesempatan di bulan Ramadan ini digunakan untuk perbanyak wirid dan menyemarakkan bulan suci dengan mengadakan kegiatan keagamaan dan pengajian. Mari bersama-sama menjaga situasi agar tetap kondusif, aman dan juga tertib,” ujar Helmy
-----------
Lanjut dikolom komentar
⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇
Bantu tag/share untuk saudara NU dan Muhammadiyah kita demi damainya NKRI tercinta❤🙏🇮🇩
  • #tolakpeoplepower .
    NU DAN MUHAMMADIYAH SEPAKAT MELARANG WARGANYA IKUT AKSI 22 MEI
    --------------
    Dua ormas keagamaan terbesar di Indonesia, Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah punya pendapat yang sama terkait dengan aksi “People Power” 22 Mei yang akan digelar pada tanggal 21 dan 22 Mei 2019 di Gedung KPU, Jakarta.

    Baik NU maupun Muhammadiyah sama-sama mengimbau warganya agar tidak ikut aksi yang digagas oleh Persaudaraan Alumni 212 untuk menuntut KPU menghentikan pengumuman hasil pemungutan suara tersebut.

    Muhammadiyah, melalui Sekretaris Umum PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti sudah mengeluarkan imbauan resmi kepada segenap warga Muhammadiyah untuk tidak ikut aksi 22 Mei. “Muhammadiyah menghimbau kepada anggotanya untuk tidak turut serta dalam aksi 22 Mei. Warga persyarikatan hendaknya bisa menjadi warga negara yang santun, taat hukum, dan mengikuti khittah dan kepribadian Muhammadiyah. Sesuai dengan point ketiga Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup (MKCH), Muhammadiyah mematuhi hukum yang berlaku di NKRI” terang Abdul Mu’ti dalam keterangan tertulis.

    Abdul menyatakan bahwa persoalan tentang penghitungan suara oleh KPU ini seharusnya diselesaikan melalui jalur hukum, bukan malah melalui pengerahan massa yang justru berpotensi menganggu keamanan dan kondusifitas umum. “Apabila terdapat keberatan terhadap hasil pemilu, hendaknya menempuh jalur hukum dan undang-undang dengan tetap mengedepankan dan mengutamakan persatuan dan kerukunan bangsa.” Senada dengan Muhammadiyah, NU pun juga mengeluarkan imbauan yang sama.

    Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, Helmy Faishal Zaini, menyarankan kepada segenap warga nahdliyin untuk tidak ikut aksi 22 Mei. “Mengimbau warga NU tidak perlu datang ke Jakarta untuk melakukan aksi. Lebih baik kesempatan di bulan Ramadan ini digunakan untuk perbanyak wirid dan menyemarakkan bulan suci dengan mengadakan kegiatan keagamaan dan pengajian. Mari bersama-sama menjaga situasi agar tetap kondusif, aman dan juga tertib,” ujar Helmy
    -----------
    Lanjut dikolom komentar
    ⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇
    Bantu tag/share untuk saudara NU dan Muhammadiyah kita demi damainya NKRI tercinta❤🙏🇮🇩
  •  2,313  85  20 May, 2019
  • .
#islamrahmatanlilalamin .
Oleh KH Abdurrahman Wahid
.
Seorang kawan menanyakan, mengapa banyak pemuka masyarakat Islam marah kalau mendengar sebutan “kaum fundamentalis”, atau tersinggung kalau ada orang membicarakan “issue negara Islam”
.
Pertanyaan yang patut direnungkan, karena ia menunjuk pada perkembangan sangat kompleks dalam kehidupan bermasyarakat kaum muslimin di seluruh penjuru dunia, tidak hanya di negeri kita
.
Pertanyaan kompleks sudah tentu tidak dapat dijawab sederhana. Membutuhkan renungan yang dalam, juga tidak kurang keberanian moral untuk melihat masalahnya dengan jernih. Dengan tidak hanyut oleh luapan marah, atau ketakutan yang disembunyikan rapat-rapat di balik kebanggaan akan peranan kesejarahan diri sendiri, atau kegairahan menudingkan jari terhadap kesalahan “pihak lain” dalam percaturan politik, kultural dan keagamaan yang dihadapi
.
Juga memerlukan kesanggupan untuk menelusuri mana wilayah kehidupan yang hakekatnya menjadi “agenda pemikiran” kaum muslimin, dan membedakannya dari agenda semu yang kini dijajakan sebagai pertanda kebangunan kembali Islam
.
-Pengagungan Diri-
Kaum muslimin di mana-mana terbagi dalam dua kelompok utama: mereka yang mengidealisir Islam sebagai alternatif satu-satunya terhadap segala macam isme dan ideologi, dan mereka menerima yang menerima dunia ini “secara apa adanya”. Pihak pertama menganggap Islam telah memiliki kelengkapan cukup untuk menjawab masalah-masalah utama umat manusia. Tinggal dilaksanakan ajarannya dengan tuntas, tak perlu lagi menimba dari yang lain. Karenanya, kalau dianggap perlu ada dialog dengan keyakinan, isme atau ideologi lain, haruslah ia diselenggarakan dalam kerangka menunjukan kelebihan Islam
.
Seonggok “pembuktian” diajukan – umumnya dengan mengemukakan jawaban idealistis yang pernah dirumuskan Islam. Sudah tentu jawaban itu dilandaskan pada sejumlah pengandaian serba idealis pula: kalau saja umat manusia mau mengikuti ajaran Islam (padahal kenyatannya tidak), jika para pemimpin menggunakan moralitas Islam (padahal hanya satu dua orang saja yang mampu), dan seterusnya
.
Lanjut dikolom komentar
⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇
  • .
    #islamrahmatanlilalamin .
    Oleh KH Abdurrahman Wahid
    .
    Seorang kawan menanyakan, mengapa banyak pemuka masyarakat Islam marah kalau mendengar sebutan “kaum fundamentalis”, atau tersinggung kalau ada orang membicarakan “issue negara Islam”
    .
    Pertanyaan yang patut direnungkan, karena ia menunjuk pada perkembangan sangat kompleks dalam kehidupan bermasyarakat kaum muslimin di seluruh penjuru dunia, tidak hanya di negeri kita
    .
    Pertanyaan kompleks sudah tentu tidak dapat dijawab sederhana. Membutuhkan renungan yang dalam, juga tidak kurang keberanian moral untuk melihat masalahnya dengan jernih. Dengan tidak hanyut oleh luapan marah, atau ketakutan yang disembunyikan rapat-rapat di balik kebanggaan akan peranan kesejarahan diri sendiri, atau kegairahan menudingkan jari terhadap kesalahan “pihak lain” dalam percaturan politik, kultural dan keagamaan yang dihadapi
    .
    Juga memerlukan kesanggupan untuk menelusuri mana wilayah kehidupan yang hakekatnya menjadi “agenda pemikiran” kaum muslimin, dan membedakannya dari agenda semu yang kini dijajakan sebagai pertanda kebangunan kembali Islam
    .
    -Pengagungan Diri-
    Kaum muslimin di mana-mana terbagi dalam dua kelompok utama: mereka yang mengidealisir Islam sebagai alternatif satu-satunya terhadap segala macam isme dan ideologi, dan mereka menerima yang menerima dunia ini “secara apa adanya”. Pihak pertama menganggap Islam telah memiliki kelengkapan cukup untuk menjawab masalah-masalah utama umat manusia. Tinggal dilaksanakan ajarannya dengan tuntas, tak perlu lagi menimba dari yang lain. Karenanya, kalau dianggap perlu ada dialog dengan keyakinan, isme atau ideologi lain, haruslah ia diselenggarakan dalam kerangka menunjukan kelebihan Islam
    .
    Seonggok “pembuktian” diajukan – umumnya dengan mengemukakan jawaban idealistis yang pernah dirumuskan Islam. Sudah tentu jawaban itu dilandaskan pada sejumlah pengandaian serba idealis pula: kalau saja umat manusia mau mengikuti ajaran Islam (padahal kenyatannya tidak), jika para pemimpin menggunakan moralitas Islam (padahal hanya satu dua orang saja yang mampu), dan seterusnya
    .
    Lanjut dikolom komentar
    ⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇⬇
  •  616  2  1 May, 2019
  • .
#pilpres2019
.
•Jokowi Dapat Serban dari Mbah Moen dan Tasbih dari Habib Luthfi•
.
Jakarta - Sebelum datang ke Konser Putih Bersatu di GBK, capres petahana Joko Widodo sempat berbincang dengan KH Maimoen Zubair dan Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya. Jokowi pun mendapat hadiah dari 2 ulama karismatik NU itu
.
Pertemuan Jokowi dengan Mbah Moen dan Habib Lutfhi dilakukan di Hotel Fairmont, Jakarta, yang tak jauh dari kompleks GBK, Gelora, Jakarta, Sabtu (14/4/2019)
.
Tampak dalam sebuah ruangan, Jokowi tengah berbincang dengan Mbah Moen. Di sampingnya, terlihat pula Habib Luthfi
.
Lalu, Mbah Moen mengambil serban berwarna hijau. Sebelum memberikan serban kepada Jokowi, sesepuh PPP itu tampak menunjukkan cara memakainya. Jokowi pun langsung memakai serban tersebut .
Setelah itu, Habib Luthfi juga memberikan hadiah untuk Jokowi. Ia memberikan Jokowi tasbih berwarna kebiru-biruan
.
Diketahui, Jokowi datang ke Stadion GBK untuk menyapa para pendukung dengan sejumlah tokoh, termasuk Mbah Moen. Kemudian para ketum pengusung Jokowi-Ma'ruf Amin pun ikut mendampingi
.
"Jangan ada yang takut pergi ke TPS. Karena TNI dan Polri kita akan menjaga keamanan seluruh pemilih yang datang ke TPS," kata Jokowi kepada para pendukung saat berorasi di Konser Putih Bersatu
.
@instanahdliyin || @santripancasilais
Sumber:
https://m.detik.com/news/berita/d-4509156/jokowi-dapat-serban-dari-mbah-moen-dan-tasbih-dari-habib-luthfi
  • .
    #pilpres2019
    .
    •Jokowi Dapat Serban dari Mbah Moen dan Tasbih dari Habib Luthfi•
    .
    Jakarta - Sebelum datang ke Konser Putih Bersatu di GBK, capres petahana Joko Widodo sempat berbincang dengan KH Maimoen Zubair dan Maulana Al-Habib Muhammad Luthfi bin Ali bin Yahya. Jokowi pun mendapat hadiah dari 2 ulama karismatik NU itu
    .
    Pertemuan Jokowi dengan Mbah Moen dan Habib Lutfhi dilakukan di Hotel Fairmont, Jakarta, yang tak jauh dari kompleks GBK, Gelora, Jakarta, Sabtu (14/4/2019)
    .
    Tampak dalam sebuah ruangan, Jokowi tengah berbincang dengan Mbah Moen. Di sampingnya, terlihat pula Habib Luthfi
    .
    Lalu, Mbah Moen mengambil serban berwarna hijau. Sebelum memberikan serban kepada Jokowi, sesepuh PPP itu tampak menunjukkan cara memakainya. Jokowi pun langsung memakai serban tersebut .
    Setelah itu, Habib Luthfi juga memberikan hadiah untuk Jokowi. Ia memberikan Jokowi tasbih berwarna kebiru-biruan
    .
    Diketahui, Jokowi datang ke Stadion GBK untuk menyapa para pendukung dengan sejumlah tokoh, termasuk Mbah Moen. Kemudian para ketum pengusung Jokowi-Ma'ruf Amin pun ikut mendampingi
    .
    "Jangan ada yang takut pergi ke TPS. Karena TNI dan Polri kita akan menjaga keamanan seluruh pemilih yang datang ke TPS," kata Jokowi kepada para pendukung saat berorasi di Konser Putih Bersatu
    .
    @instanahdliyin || @santripancasilais
    Sumber:
    https://m.detik.com/news/berita/d-4509156/jokowi-dapat-serban-dari-mbah-moen-dan-tasbih-dari-habib-luthfi
  •  9,666  293  14 April, 2019
  • .
•Belajar Kebijaksanaan Hidup dari Sunan Kalijaga•

Seorang tokoh yang dulunya terkenal sebagai “Berandal Lokajaya”, dan kelak dipanggil Sunan Kalijaga, adalah salah satu dari sembilan wali (Wali Songo) yang menyebarkan ajaran Islam di Pulau Jawa secara pesat—bahkan meluas hingga ke penjuru Nusantara. Beliau lahir pada tahun 1450 M sebagai putera dari seorang Bupati Tuban, Tumenggung Wilatikta, dengan nama asli Raden Sahid
.
Namun seiring perjalanan hidup, banyak masyarakat dari daerah yang berbeda yang mengenal Sunan Kalijaga dengan julukan-julukan tertentu. Beberapa di antaranya; Syeikh Melaya, Lokajaya (ketika di Hutan Jatisari), Raden Abdurrahman, Pangeran Tuban, Ki Dalang Sida Brangti (di Pajajaran), Ki Dalang Kumendung (di daerah Purbalingga), Ki Dalang Bengkok (Tegal), dan Ki Unehan (di Majapahit)
.
Pada mulanya, di usia remaja, Raden Sahid tumbuh menjadi jagoan ilmu silat tetapi semakin nakal. Raden Sahid muda suka melakukan tindak kekerasan semena-mena, bertarung, dan merampok
.
Karena itulah Raden Sahid diusir oleh keluarga, sehingga melanjutkan bertempat tinggal di Hutan Jatisari dan masih merampok kalangan ningrat yang melewati jalur tersebut untuk dibagikan kepada kalangan rakyat jelata. Dari situlah julukan Lokajaya tenar (Yudi Hadinata, Sunan Kalijaga, 2015)
.
Sampai suatu ketika, Raden Sahid bertemu dengan Sunan Bonang, dan merampas tongkatnya yang berdaun emas. Sunan Bonang justru terharu, sambil menasehati Raden Sahid yang masih muda, tentang tindakannya yang seakan berniat suci, tetapi dilakukan dengan cara yang kotor. “Bagai wudlu’ menggunakan air kencing”, ungkap Sunan Bonang
.
Maka sebelum meninggalkan Raden Sahid, dengan sedikit rasa iba Sunan Bonang pun mengubah buah kolang-kaling, yang masih di pohonnya, menjadi emas seluruhnya. Seketika itu juga Raden Sahid mengikuti sosok yang baru dijumpainya tersebut, karena ingin berguru ilmu kesejatian kepadanya
.
⬇⬇⬇Lanjut dikolom komentar⬇⬇⬇
.
.
Sumber: http://www.nu.or.id/post/read/98552/belajar-kebijaksanaan-hidup-dari-sunan-kalijaga
  • .
    •Belajar Kebijaksanaan Hidup dari Sunan Kalijaga•

    Seorang tokoh yang dulunya terkenal sebagai “Berandal Lokajaya”, dan kelak dipanggil Sunan Kalijaga, adalah salah satu dari sembilan wali (Wali Songo) yang menyebarkan ajaran Islam di Pulau Jawa secara pesat—bahkan meluas hingga ke penjuru Nusantara. Beliau lahir pada tahun 1450 M sebagai putera dari seorang Bupati Tuban, Tumenggung Wilatikta, dengan nama asli Raden Sahid
    .
    Namun seiring perjalanan hidup, banyak masyarakat dari daerah yang berbeda yang mengenal Sunan Kalijaga dengan julukan-julukan tertentu. Beberapa di antaranya; Syeikh Melaya, Lokajaya (ketika di Hutan Jatisari), Raden Abdurrahman, Pangeran Tuban, Ki Dalang Sida Brangti (di Pajajaran), Ki Dalang Kumendung (di daerah Purbalingga), Ki Dalang Bengkok (Tegal), dan Ki Unehan (di Majapahit)
    .
    Pada mulanya, di usia remaja, Raden Sahid tumbuh menjadi jagoan ilmu silat tetapi semakin nakal. Raden Sahid muda suka melakukan tindak kekerasan semena-mena, bertarung, dan merampok
    .
    Karena itulah Raden Sahid diusir oleh keluarga, sehingga melanjutkan bertempat tinggal di Hutan Jatisari dan masih merampok kalangan ningrat yang melewati jalur tersebut untuk dibagikan kepada kalangan rakyat jelata. Dari situlah julukan Lokajaya tenar (Yudi Hadinata, Sunan Kalijaga, 2015)
    .
    Sampai suatu ketika, Raden Sahid bertemu dengan Sunan Bonang, dan merampas tongkatnya yang berdaun emas. Sunan Bonang justru terharu, sambil menasehati Raden Sahid yang masih muda, tentang tindakannya yang seakan berniat suci, tetapi dilakukan dengan cara yang kotor. “Bagai wudlu’ menggunakan air kencing”, ungkap Sunan Bonang
    .
    Maka sebelum meninggalkan Raden Sahid, dengan sedikit rasa iba Sunan Bonang pun mengubah buah kolang-kaling, yang masih di pohonnya, menjadi emas seluruhnya. Seketika itu juga Raden Sahid mengikuti sosok yang baru dijumpainya tersebut, karena ingin berguru ilmu kesejatian kepadanya
    .
    ⬇⬇⬇Lanjut dikolom komentar⬇⬇⬇
    .
    .
    Sumber: http://www.nu.or.id/post/read/98552/belajar-kebijaksanaan-hidup-dari-sunan-kalijaga
  •  6,605  35  28 March, 2019