#SabrangMowoDamarPanuluh Instagram Photos & Videos

SabrangMowoDamarPanuluh - 23.3k posts

Hashtag Popularity

5.8
average comments
752.3
average likes

Latest #SabrangMowoDamarPanuluh Posts

  • Ikan Oarfish adalah makhluk yang tinggal di dasar laut. Dalam artisan, ia jarang sekali muncul ke permukaan air kalau tidak ada hal yang mengharuskan ia muncul. Nah, kemunculan Oarfish sering dikaitkan dengan gempa bumi dahsyat bahkan tsunami.⁣
⁣
Hal tersebut juga masuk akal, karena sebagai makhluk yang tinggal di dasar, ia pasti merasakan pergerakan lempeng bumi sehingga menjadi gelisah. Kemunculan ke permukaan pun dianggap sebagai penyampai pesan pada manusia, bahwa akan ada bencana yang akan menerjang mereka.⁣
⁣
Ketika Palu diguncang gempa, sebelumnya telah ditemukan Ikan Oarfish ini di perairan Majene, Sulbar. Nyatanya, Palu dilanda gempa besar serta hantaman tsunami yang membuatnya rata dengan tanah.⁣
⁣
Gempa Jepang pada 2011, sebelumnya telah ditemukan sekelompok Oarfish yang terdampar di pantai dan tersangkut di jaring nelayan. Setelahnya, Negeri Sakura ini porak poranda akibat 9,0 SR gempa disertai gelombang tsunami 10 meter.⁣
⁣
Hal yang sama juga pernah terjadi di Filipina 2017 silam. Oarfish ditemukan di pantai wilayah Kepulauan Mindanao. Dua hari usai Oarfish ditemukan, gempa 6,7 SR menghantam kawasan tersebut.⁣
⁣
The Telegraph juga pernah memuat artikel tentang Oarfish yang muncul ke permukaan sebelum terjadi gempa besar di Chile dan Haiti pada 2010 silam.⁣
〰️〰️〰️⁣
Follow 👉 @samudrabirustore⁣
Follow 👉 @samudrabirustore⁣
Follow 👉 @samudrabirustore 👍👍⁣
--⁣
Hubungi:⁣
WA: 0811-264-4745⁣
FB: PoD Samudra Biru⁣
Email: admin@samudrabiru.co.id⁣
Website: www.samudrabiru.co.id⁣
--⁣
#penerbitsamudrabiru #klinikliterasi #penerbitbukujogja  #pojokbijakid  #filsafat #gusmus  #maiyah  #gamelankiaikanjeng  #sabrangmowodamarpanuluh  #maiyahindonesia  #caknunquotes  #emhaainunnadjib  #inspirasiku #explore #trending #info #jakarta #bandung #jogja #medan  #sumatra #jawa #instagram  #indonesia  #viral  #cerita #surabaya #eksperimen repost @indpedia
  • Ikan Oarfish adalah makhluk yang tinggal di dasar laut. Dalam artisan, ia jarang sekali muncul ke permukaan air kalau tidak ada hal yang mengharuskan ia muncul. Nah, kemunculan Oarfish sering dikaitkan dengan gempa bumi dahsyat bahkan tsunami.⁣

    Hal tersebut juga masuk akal, karena sebagai makhluk yang tinggal di dasar, ia pasti merasakan pergerakan lempeng bumi sehingga menjadi gelisah. Kemunculan ke permukaan pun dianggap sebagai penyampai pesan pada manusia, bahwa akan ada bencana yang akan menerjang mereka.⁣

    Ketika Palu diguncang gempa, sebelumnya telah ditemukan Ikan Oarfish ini di perairan Majene, Sulbar. Nyatanya, Palu dilanda gempa besar serta hantaman tsunami yang membuatnya rata dengan tanah.⁣

    Gempa Jepang pada 2011, sebelumnya telah ditemukan sekelompok Oarfish yang terdampar di pantai dan tersangkut di jaring nelayan. Setelahnya, Negeri Sakura ini porak poranda akibat 9,0 SR gempa disertai gelombang tsunami 10 meter.⁣

    Hal yang sama juga pernah terjadi di Filipina 2017 silam. Oarfish ditemukan di pantai wilayah Kepulauan Mindanao. Dua hari usai Oarfish ditemukan, gempa 6,7 SR menghantam kawasan tersebut.⁣

    The Telegraph juga pernah memuat artikel tentang Oarfish yang muncul ke permukaan sebelum terjadi gempa besar di Chile dan Haiti pada 2010 silam.⁣
    〰️〰️〰️⁣
    Follow 👉 @samudrabirustore
    Follow 👉 @samudrabirustore
    Follow 👉 @samudrabirustore 👍👍⁣
    --⁣
    Hubungi:⁣
    WA: 0811-264-4745⁣
    FB: PoD Samudra Biru⁣
    Email: admin@samudrabiru.co.id
    Website: www.samudrabiru.co.id⁣
    --⁣
    #penerbitsamudrabiru #klinikliterasi #penerbitbukujogja #pojokbijakid #filsafat #gusmus #maiyah #gamelankiaikanjeng #sabrangmowodamarpanuluh #maiyahindonesia #caknunquotes #emhaainunnadjib #inspirasiku #explore #trending #info #jakarta #bandung #jogja #medan #sumatra #jawa #instagram #indonesia #viral #cerita #surabaya #eksperimen repost @indpedia

  •  0  0  50 seconds ago
  • Jati Diri. 
Dalam proses pencarian jati diri tentu kita harus tahu dulu apa itu jadi diri? Dari manakah datangnya jati diri? Bagaimanakah proses menemukan jati diri dsb.
.
Jati diri sendiri ialah nafs yang kehadiranya tidak bisa kita lihat atau dirasakan. Nafs adalah sisi lain dari kita, gabungan dari pengetahuan dan keinginan.
. 
Kemurnian jati diri (nafs) sudah menjadi ketetapan sang khaliq yang diberikan kepada hamba-NYA, adapun perbuatan buruk manusia ialah dipengaruhi keinginan yang tak terbatas serta keterbiasaan lingkungan. Itu didorong oleh sifat manusia sebagai tempatnya salah dan lupa.
.
Maka perlu kita renungi bahwa jati diri sudah ada dalam diri kita, sudah ada dalam keseharian kita, Tabi'at kita. Hanya saja ia tak terbatas ia selalu mendorong kita berbuat semaunya, karena ia dekat dengan syahwat, ini yang membuat manusia selalu mengira-ngira apa yang selalu dicurigainya.
.
Maka tugas kita ialah menyadari akan jati diri yang telah menjadi ketetapan sang khaliq yang diberikan kepada hamba-NYA, menjaga dirinya sendiri dari pengaruh (kotoran) diluar dirinya. Yaitu dengan menjaga ideologi prinsip dan kesejejatian nuraninya.
.
🎙️: Sabrang MDP
🎥: @roniast
.
Free Repost and Share
. 
#emhaainunnadjib #caknundotcom #sabrangmowodamarpanuluh #sujiwotejo #lettoband  #maiyahindonesia #maiyahid #diseduh #sinaubareng #sinau1menit #1minutebooster #selfreminder #literasi1menit #quotes #hijrahfest #pemudahijrah #shift #fahrudinfaiz #ngajifilsafat
  • Jati Diri.
    Dalam proses pencarian jati diri tentu kita harus tahu dulu apa itu jadi diri? Dari manakah datangnya jati diri? Bagaimanakah proses menemukan jati diri dsb.
    .
    Jati diri sendiri ialah nafs yang kehadiranya tidak bisa kita lihat atau dirasakan. Nafs adalah sisi lain dari kita, gabungan dari pengetahuan dan keinginan.
    .
    Kemurnian jati diri (nafs) sudah menjadi ketetapan sang khaliq yang diberikan kepada hamba-NYA, adapun perbuatan buruk manusia ialah dipengaruhi keinginan yang tak terbatas serta keterbiasaan lingkungan. Itu didorong oleh sifat manusia sebagai tempatnya salah dan lupa.
    .
    Maka perlu kita renungi bahwa jati diri sudah ada dalam diri kita, sudah ada dalam keseharian kita, Tabi'at kita. Hanya saja ia tak terbatas ia selalu mendorong kita berbuat semaunya, karena ia dekat dengan syahwat, ini yang membuat manusia selalu mengira-ngira apa yang selalu dicurigainya.
    .
    Maka tugas kita ialah menyadari akan jati diri yang telah menjadi ketetapan sang khaliq yang diberikan kepada hamba-NYA, menjaga dirinya sendiri dari pengaruh (kotoran) diluar dirinya. Yaitu dengan menjaga ideologi prinsip dan kesejejatian nuraninya.
    .
    🎙️: Sabrang MDP
    🎥: @roniast
    .
    Free Repost and Share
    .
    #emhaainunnadjib #caknundotcom #sabrangmowodamarpanuluh #sujiwotejo #lettoband #maiyahindonesia #maiyahid #diseduh #sinaubareng #sinau1menit #1minutebooster #selfreminder #literasi1menit #quotes #hijrahfest #pemudahijrah #shift #fahrudinfaiz #ngajifilsafat

  •  40  0  1 hour ago
  • Sabrang MDP.

Di sini ada yang punya facebook?
Sudahkah anda lihat status facebook anda 2 tahun yang lalu?
Kenapa tertawa?
Anda menertawakan masa lalu anda? . .

Maka dari itu, kalau tidak ingin kecewa di masa depan fikirkan masa depan anda baik-baik dan berhati-hatilah dalam bertutur kata dan berperilaku. Ingat, status facebook anda akan tetap ada meskipun anda sudah tidak ada.

Aspirasi setiap manusia sederhana, hiduplah lebih lama dari usiamu.

Kita selalu ngomong revolusi industri, tapi kita tidak pernah membicarakan effort manusia. Misalkan tulisan, karena dengan tulisan gagasan manusia bisa hidup lebih lama daripada usianya.

Apapun yang kamu lakukan akan punya efek di masa depan, jadi berhati-hatilah. .

NB.
Fotonya dokumentasi saat.. #aasudahlah :D .

#maiyah #masyarakatmaiyah #bangbangwetan #caknun #mbahnun #sabrang #sabrangmowodamarpanuluh #noeletto #letto #kiaikanjeng #sinaubareng
  • Sabrang MDP.

    Di sini ada yang punya facebook?
    Sudahkah anda lihat status facebook anda 2 tahun yang lalu?
    Kenapa tertawa?
    Anda menertawakan masa lalu anda? . .

    Maka dari itu, kalau tidak ingin kecewa di masa depan fikirkan masa depan anda baik-baik dan berhati-hatilah dalam bertutur kata dan berperilaku. Ingat, status facebook anda akan tetap ada meskipun anda sudah tidak ada.

    Aspirasi setiap manusia sederhana, hiduplah lebih lama dari usiamu.

    Kita selalu ngomong revolusi industri, tapi kita tidak pernah membicarakan effort manusia. Misalkan tulisan, karena dengan tulisan gagasan manusia bisa hidup lebih lama daripada usianya.

    Apapun yang kamu lakukan akan punya efek di masa depan, jadi berhati-hatilah. .

    NB.
    Fotonya dokumentasi saat.. #aasudahlah :D .

    #maiyah #masyarakatmaiyah #bangbangwetan #caknun #mbahnun #sabrang #sabrangmowodamarpanuluh #noeletto #letto #kiaikanjeng #sinaubareng

  •  61  4  17 hours ago
  • Saat kuberjalan
Tanpa ragu, tanpa bimbang
Takkan kulepaskan
Engkau dari genggaman tanganku
U-hu-hu-hu hu-hu ...
U-hu-hu-hu hu-hu ... Melepas lelah
Pergi jauh kembali lagi
Bersamamu selalu
Tak ingin berakhir waktuku

Menikmati pagi, sore, dan malam
Secangkir kopi panas, santai tanpa batas
Lalu ada Sir Dandy bernyanyi
Mocca kembali lagi
Musik indie di tivi

Menikmati pagi, sore, dan malam
Chimmy Buluk siaran
Otong Koil twitteran
Lalu ada kabar Trio Lestari
Akan tampil di sini
Kami pun hampiri

Menikmati pagi, sore, dan malam
Ditemani lagu Efek Rumah Kaca
Lalu ada Barry Likumahuwa
Di majalah ternama
Kami turut bangga

Menikmati pagi, sore, dan malam
Navicula bertandang
S-I-D berjuang
Lalu ada Gigi, Anji, Tohpati
White Shoes Couples Company
Dan RAN terus berlari
U-hu-hu ... ye-hei

Tiba-tiba panggilan kerjaan
Tak bisa diabaikan
Kami harus lakukan
Kembali

Sumber: Musixmatch

Penulis lagu: Rhesa Adityarama / Endah Widiastuti

#sapardidjokodamono #jokopinurbo #jokopinurboquotes #wsrendra #wijitukul #sujiwotejoquotes #sujiwotejo #caknun #mbahnun #maiyah #sabrangmowodamarpanuluh #umbulanduparanggi #fiersabesari #jasonranti #indie #pidibaiq #danilariyadi #liburanindie
  • Saat kuberjalan
    Tanpa ragu, tanpa bimbang
    Takkan kulepaskan
    Engkau dari genggaman tanganku
    U-hu-hu-hu hu-hu ...
    U-hu-hu-hu hu-hu ... Melepas lelah
    Pergi jauh kembali lagi
    Bersamamu selalu
    Tak ingin berakhir waktuku

    Menikmati pagi, sore, dan malam
    Secangkir kopi panas, santai tanpa batas
    Lalu ada Sir Dandy bernyanyi
    Mocca kembali lagi
    Musik indie di tivi

    Menikmati pagi, sore, dan malam
    Chimmy Buluk siaran
    Otong Koil twitteran
    Lalu ada kabar Trio Lestari
    Akan tampil di sini
    Kami pun hampiri

    Menikmati pagi, sore, dan malam
    Ditemani lagu Efek Rumah Kaca
    Lalu ada Barry Likumahuwa
    Di majalah ternama
    Kami turut bangga

    Menikmati pagi, sore, dan malam
    Navicula bertandang
    S-I-D berjuang
    Lalu ada Gigi, Anji, Tohpati
    White Shoes Couples Company
    Dan RAN terus berlari
    U-hu-hu ... ye-hei

    Tiba-tiba panggilan kerjaan
    Tak bisa diabaikan
    Kami harus lakukan
    Kembali

    Sumber: Musixmatch

    Penulis lagu: Rhesa Adityarama / Endah Widiastuti

    #sapardidjokodamono #jokopinurbo #jokopinurboquotes #wsrendra #wijitukul #sujiwotejoquotes #sujiwotejo #caknun #mbahnun #maiyah #sabrangmowodamarpanuluh #umbulanduparanggi #fiersabesari #jasonranti #indie #pidibaiq #danilariyadi #liburanindie

  •  320  9  19 hours ago
  • #Sinau1Menit [ 275 ]
.
Dalam buku Allah tidak Cerewet Seperti Kita, kisah Mbah Nun saat menjadi makmum seorang kiai nyentrik. Saat sholat lagi-lagi sang kiai menggaruk-garuk badannya. Sementara Mbah Nun yang menjadi makmum di belakangnya merasa terganggu karena tidak bisa khusuk shalatnya.

Saat shalat bersama sang kiai sepengetahuan Mbah Nun sudah berkal-kali tangan sang kiai bergerak-gerak. Di dalam hati kecilnya, ia (Mbah Nun) berniat untuk mengulang shalatnya karena tidak yakin shalat kiai itu sah.

Tiba-tiba tidak disangka usai salam, sang kiai membalikkan badan dan dengan tajam menatap Mbah Nun. “Gusti Allah iku ora cerewet koyo kowe.” (Gusti Allah itu tidak cerewet seperti kamu). Sang kiai mengingatkan kepada kita semua bahwa Allah tidak mempersulit dalam beragama.

Allah tidak menagih di luar kemampuanmu, di luar kapasitasmu. Maka tidak penting apakah Anda berenang di lautan yang airnya bernajis. Nilainya tidak terletak bahwa Anda kena najis. Yang lebih penting adalah, apakah Anda terus berenang ke tengah lautan najis atau Anda berenang ke pinggir mencoba menghindarinya. Mungkin sampai mati Anda tidak pernah bisa sampai ke pantai yang bebas najis. Tapi Allah melihat usaha Anda menghindari najis. Menurut saya di situlah nilainya.
.
Sejalan dengan hadits riwayat Bukhari dan Muslim, “Mudahkanlah, jangan mempersulit, beri kabar gembira, jangan membuat manusia menjauh (dari kebenaran), dan saling membantulah, jangan berselisih.”
.
Bahwa Allah maha pengasih, maha pemurah, dan rahmatnya mendahului amarahNya. Tapi terkadang manusialah yang mencitrakan Allah menjadi kejam. Seolah-olah Allah selalu siap menghukum hambaNya sekecil apa pun itu kesalahannya.
.
🎙️ Mbah Nun
📽 @edhnx
.
#caknun #mbahnun #EmhaAinunNadjib #sabrangmowodamarpanuluh #sabrangMDP #maiyah #Hijrah #kiaikanjeng #pemudahijrah #puisi #1minutebooster #filsafat #melodydalampuisi #beraniberhijrah #ruangrindu #tasawuf #syariat #hakekat #tarekat #makrifat #makna
  • #Sinau1Menit [ 275 ]
    .
    Dalam buku Allah tidak Cerewet Seperti Kita, kisah Mbah Nun saat menjadi makmum seorang kiai nyentrik. Saat sholat lagi-lagi sang kiai menggaruk-garuk badannya. Sementara Mbah Nun yang menjadi makmum di belakangnya merasa terganggu karena tidak bisa khusuk shalatnya.

    Saat shalat bersama sang kiai sepengetahuan Mbah Nun sudah berkal-kali tangan sang kiai bergerak-gerak. Di dalam hati kecilnya, ia (Mbah Nun) berniat untuk mengulang shalatnya karena tidak yakin shalat kiai itu sah.

    Tiba-tiba tidak disangka usai salam, sang kiai membalikkan badan dan dengan tajam menatap Mbah Nun. “Gusti Allah iku ora cerewet koyo kowe.” (Gusti Allah itu tidak cerewet seperti kamu). Sang kiai mengingatkan kepada kita semua bahwa Allah tidak mempersulit dalam beragama.

    Allah tidak menagih di luar kemampuanmu, di luar kapasitasmu. Maka tidak penting apakah Anda berenang di lautan yang airnya bernajis. Nilainya tidak terletak bahwa Anda kena najis. Yang lebih penting adalah, apakah Anda terus berenang ke tengah lautan najis atau Anda berenang ke pinggir mencoba menghindarinya. Mungkin sampai mati Anda tidak pernah bisa sampai ke pantai yang bebas najis. Tapi Allah melihat usaha Anda menghindari najis. Menurut saya di situlah nilainya.
    .
    Sejalan dengan hadits riwayat Bukhari dan Muslim, “Mudahkanlah, jangan mempersulit, beri kabar gembira, jangan membuat manusia menjauh (dari kebenaran), dan saling membantulah, jangan berselisih.”
    .
    Bahwa Allah maha pengasih, maha pemurah, dan rahmatnya mendahului amarahNya. Tapi terkadang manusialah yang mencitrakan Allah menjadi kejam. Seolah-olah Allah selalu siap menghukum hambaNya sekecil apa pun itu kesalahannya.
    .
    🎙️ Mbah Nun
    📽 @edhnx
    .
    #caknun #mbahnun #EmhaAinunNadjib #sabrangmowodamarpanuluh #sabrangMDP #maiyah #Hijrah #kiaikanjeng #pemudahijrah #puisi #1minutebooster #filsafat #melodydalampuisi #beraniberhijrah #ruangrindu #tasawuf #syariat #hakekat #tarekat #makrifat #makna

  •  57  0  20 hours ago
  • #Sinau1Menit [ 275 ]
.
Dalam buku Allah tidak Cerewet Seperti Kita, kisah Mbah Nun saat menjadi makmum seorang kiai nyentrik. Saat sholat lagi-lagi sang kiai menggaruk-garuk badannya. Sementara Mbah Nun yang menjadi makmum di belakangnya merasa terganggu karena tidak bisa khusuk shalatnya.

Saat shalat bersama sang kiai sepengetahuan Mbah Nun sudah berkal-kali tangan sang kiai bergerak-gerak. Di dalam hati kecilnya, ia (Mbah Nun) berniat untuk mengulang shalatnya karena tidak yakin shalat kiai itu sah.

Tiba-tiba tidak disangka usai salam, sang kiai membalikkan badan dan dengan tajam menatap Mbah Nun. “Gusti Allah iku ora cerewet koyo kowe.” (Gusti Allah itu tidak cerewet seperti kamu). Sang kiai mengingatkan kepada kita semua bahwa Allah tidak mempersulit dalam beragama.

Allah tidak menagih di luar kemampuanmu, di luar kapasitasmu. Maka tidak penting apakah Anda berenang di lautan yang airnya bernajis. Nilainya tidak terletak bahwa Anda kena najis. Yang lebih penting adalah, apakah Anda terus berenang ke tengah lautan najis atau Anda berenang ke pinggir mencoba menghindarinya. Mungkin sampai mati Anda tidak pernah bisa sampai ke pantai yang bebas najis. Tapi Allah melihat usaha Anda menghindari najis. Menurut saya di situlah nilainya.
.
Sejalan dengan hadits riwayat Bukhari dan Muslim, “Mudahkanlah, jangan mempersulit, beri kabar gembira, jangan membuat manusia menjauh (dari kebenaran), dan saling membantulah, jangan berselisih.”
.
Bahwa Allah maha pengasih, maha pemurah, dan rahmatnya mendahului amarahNya. Tapi terkadang manusialah yang mencitrakan Allah menjadi kejam. Seolah-olah Allah selalu siap menghukum hambaNya sekecil apa pun itu kesalahannya.
.
🎙️ Mbah Nun
📽 @edhnx
.
#caknun #mbahnun #EmhaAinunNadjib #sabrangmowodamarpanuluh #sabrangMDP #maiyah #Hijrah #kiaikanjeng #pemudahijrah #puisi #1minutebooster #filsafat #melodydalampuisi #beraniberhijrah #ruangrindu #tasawuf #syariat #hakekat #tarekat #makrifat #makna
  • #Sinau1Menit [ 275 ]
    .
    Dalam buku Allah tidak Cerewet Seperti Kita, kisah Mbah Nun saat menjadi makmum seorang kiai nyentrik. Saat sholat lagi-lagi sang kiai menggaruk-garuk badannya. Sementara Mbah Nun yang menjadi makmum di belakangnya merasa terganggu karena tidak bisa khusuk shalatnya.

    Saat shalat bersama sang kiai sepengetahuan Mbah Nun sudah berkal-kali tangan sang kiai bergerak-gerak. Di dalam hati kecilnya, ia (Mbah Nun) berniat untuk mengulang shalatnya karena tidak yakin shalat kiai itu sah.

    Tiba-tiba tidak disangka usai salam, sang kiai membalikkan badan dan dengan tajam menatap Mbah Nun. “Gusti Allah iku ora cerewet koyo kowe.” (Gusti Allah itu tidak cerewet seperti kamu). Sang kiai mengingatkan kepada kita semua bahwa Allah tidak mempersulit dalam beragama.

    Allah tidak menagih di luar kemampuanmu, di luar kapasitasmu. Maka tidak penting apakah Anda berenang di lautan yang airnya bernajis. Nilainya tidak terletak bahwa Anda kena najis. Yang lebih penting adalah, apakah Anda terus berenang ke tengah lautan najis atau Anda berenang ke pinggir mencoba menghindarinya. Mungkin sampai mati Anda tidak pernah bisa sampai ke pantai yang bebas najis. Tapi Allah melihat usaha Anda menghindari najis. Menurut saya di situlah nilainya.
    .
    Sejalan dengan hadits riwayat Bukhari dan Muslim, “Mudahkanlah, jangan mempersulit, beri kabar gembira, jangan membuat manusia menjauh (dari kebenaran), dan saling membantulah, jangan berselisih.”
    .
    Bahwa Allah maha pengasih, maha pemurah, dan rahmatnya mendahului amarahNya. Tapi terkadang manusialah yang mencitrakan Allah menjadi kejam. Seolah-olah Allah selalu siap menghukum hambaNya sekecil apa pun itu kesalahannya.
    .
    🎙️ Mbah Nun
    📽 @edhnx
    .
    #caknun #mbahnun #EmhaAinunNadjib #sabrangmowodamarpanuluh #sabrangMDP #maiyah #Hijrah #kiaikanjeng #pemudahijrah #puisi #1minutebooster #filsafat #melodydalampuisi #beraniberhijrah #ruangrindu #tasawuf #syariat #hakekat #tarekat #makrifat #makna

  •  36  0  21 hours ago
  • #Sinau1Menit [ 275 ]
.
Dalam buku Allah tidak Cerewet Seperti Kita, kisah Mbah Nun saat menjadi makmum seorang kiai nyentrik. Saat sholat lagi-lagi sang kiai menggaruk-garuk badannya. Sementara Mbah Nun yang menjadi makmum di belakangnya merasa terganggu karena tidak bisa khusuk shalatnya.

Saat shalat bersama sang kiai sepengetahuan Mbah Nun sudah berkal-kali tangan sang kiai bergerak-gerak. Di dalam hati kecilnya, ia (Mbah Nun) berniat untuk mengulang shalatnya karena tidak yakin shalat kiai itu sah.

Tiba-tiba tidak disangka usai salam, sang kiai membalikkan badan dan dengan tajam menatap Mbah Nun. “Gusti Allah iku ora cerewet koyo kowe.” (Gusti Allah itu tidak cerewet seperti kamu). Sang kiai mengingatkan kepada kita semua bahwa Allah tidak mempersulit dalam beragama.

Allah tidak menagih di luar kemampuanmu, di luar kapasitasmu. Maka tidak penting apakah Anda berenang di lautan yang airnya bernajis. Nilainya tidak terletak bahwa Anda kena najis. Yang lebih penting adalah, apakah Anda terus berenang ke tengah lautan najis atau Anda berenang ke pinggir mencoba menghindarinya. Mungkin sampai mati Anda tidak pernah bisa sampai ke pantai yang bebas najis. Tapi Allah melihat usaha Anda menghindari najis. Menurut saya di situlah nilainya.
.
Sejalan dengan hadits riwayat Bukhari dan Muslim, “Mudahkanlah, jangan mempersulit, beri kabar gembira, jangan membuat manusia menjauh (dari kebenaran), dan saling membantulah, jangan berselisih.”
.
Bahwa Allah maha pengasih, maha pemurah, dan rahmatnya mendahului amarahNya. Tapi terkadang manusialah yang mencitrakan Allah menjadi kejam. Seolah-olah Allah selalu siap menghukum hambaNya sekecil apa pun itu kesalahannya.
.
🎙️ Mbah Nun
Cek Instagram nya 📽 @edhnx
.
#caknun #mbahnun #EmhaAinunNadjib #sabrangmowodamarpanuluh #sabrangMDP #maiyah #Hijrah #kiaikanjeng #pemudahijrah #puisi #1minutebooster #filsafat #melodydalampuisi #beraniberhijrah #ruangrindu #tasawuf #syariat #hakekat #tarekat #makrifat #makna
  • #Sinau1Menit [ 275 ]
    .
    Dalam buku Allah tidak Cerewet Seperti Kita, kisah Mbah Nun saat menjadi makmum seorang kiai nyentrik. Saat sholat lagi-lagi sang kiai menggaruk-garuk badannya. Sementara Mbah Nun yang menjadi makmum di belakangnya merasa terganggu karena tidak bisa khusuk shalatnya.

    Saat shalat bersama sang kiai sepengetahuan Mbah Nun sudah berkal-kali tangan sang kiai bergerak-gerak. Di dalam hati kecilnya, ia (Mbah Nun) berniat untuk mengulang shalatnya karena tidak yakin shalat kiai itu sah.

    Tiba-tiba tidak disangka usai salam, sang kiai membalikkan badan dan dengan tajam menatap Mbah Nun. “Gusti Allah iku ora cerewet koyo kowe.” (Gusti Allah itu tidak cerewet seperti kamu). Sang kiai mengingatkan kepada kita semua bahwa Allah tidak mempersulit dalam beragama.

    Allah tidak menagih di luar kemampuanmu, di luar kapasitasmu. Maka tidak penting apakah Anda berenang di lautan yang airnya bernajis. Nilainya tidak terletak bahwa Anda kena najis. Yang lebih penting adalah, apakah Anda terus berenang ke tengah lautan najis atau Anda berenang ke pinggir mencoba menghindarinya. Mungkin sampai mati Anda tidak pernah bisa sampai ke pantai yang bebas najis. Tapi Allah melihat usaha Anda menghindari najis. Menurut saya di situlah nilainya.
    .
    Sejalan dengan hadits riwayat Bukhari dan Muslim, “Mudahkanlah, jangan mempersulit, beri kabar gembira, jangan membuat manusia menjauh (dari kebenaran), dan saling membantulah, jangan berselisih.”
    .
    Bahwa Allah maha pengasih, maha pemurah, dan rahmatnya mendahului amarahNya. Tapi terkadang manusialah yang mencitrakan Allah menjadi kejam. Seolah-olah Allah selalu siap menghukum hambaNya sekecil apa pun itu kesalahannya.
    .
    🎙️ Mbah Nun
    Cek Instagram nya 📽 @edhnx
    .
    #caknun #mbahnun #EmhaAinunNadjib #sabrangmowodamarpanuluh #sabrangMDP #maiyah #Hijrah #kiaikanjeng #pemudahijrah #puisi #1minutebooster #filsafat #melodydalampuisi #beraniberhijrah #ruangrindu #tasawuf #syariat #hakekat #tarekat #makrifat #makna

  •  76  0  21 hours ago
  • #Sinau1Menit [ 275 ]
.
Dalam buku Allah tidak Cerewet Seperti Kita, kisah Mbah Nun saat menjadi makmum seorang kiai nyentrik. Saat sholat lagi-lagi sang kiai menggaruk-garuk badannya. Sementara Mbah Nun yang menjadi makmum di belakangnya merasa terganggu karena tidak bisa khusuk shalatnya.

Saat shalat bersama sang kiai sepengetahuan Mbah Nun sudah berkal-kali tangan sang kiai bergerak-gerak. Di dalam hati kecilnya, ia (Mbah Nun) berniat untuk mengulang shalatnya karena tidak yakin shalat kiai itu sah.

Tiba-tiba tidak disangka usai salam, sang kiai membalikkan badan dan dengan tajam menatap Mbah Nun. “Gusti Allah iku ora cerewet koyo kowe.” (Gusti Allah itu tidak cerewet seperti kamu). Sang kiai mengingatkan kepada kita semua bahwa Allah tidak mempersulit dalam beragama.

Allah tidak menagih di luar kemampuanmu, di luar kapasitasmu. Maka tidak penting apakah Anda berenang di lautan yang airnya bernajis. Nilainya tidak terletak bahwa Anda kena najis. Yang lebih penting adalah, apakah Anda terus berenang ke tengah lautan najis atau Anda berenang ke pinggir mencoba menghindarinya. Mungkin sampai mati Anda tidak pernah bisa sampai ke pantai yang bebas najis. Tapi Allah melihat usaha Anda menghindari najis. Menurut saya di situlah nilainya.
.
Sejalan dengan hadits riwayat Bukhari dan Muslim, “Mudahkanlah, jangan mempersulit, beri kabar gembira, jangan membuat manusia menjauh (dari kebenaran), dan saling membantulah, jangan berselisih.”
.
Bahwa Allah maha pengasih, maha pemurah, dan rahmatnya mendahului amarahNya. Tapi terkadang manusialah yang mencitrakan Allah menjadi kejam. Seolah-olah Allah selalu siap menghukum hambaNya sekecil apa pun itu kesalahannya.
.
🎙️ Mbah Nun
📽 @edhnx
.
#caknun #mbahnun #EmhaAinunNadjib #sabrangmowodamarpanuluh #sabrangMDP #maiyah #Hijrah #kiaikanjeng #pemudahijrah #puisi #1minutebooster #filsafat #melodydalampuisi #beraniberhijrah #ruangrindu #tasawuf #syariat #hakekat #tarekat #makrifat #makna
  • #Sinau1Menit [ 275 ]
    .
    Dalam buku Allah tidak Cerewet Seperti Kita, kisah Mbah Nun saat menjadi makmum seorang kiai nyentrik. Saat sholat lagi-lagi sang kiai menggaruk-garuk badannya. Sementara Mbah Nun yang menjadi makmum di belakangnya merasa terganggu karena tidak bisa khusuk shalatnya.

    Saat shalat bersama sang kiai sepengetahuan Mbah Nun sudah berkal-kali tangan sang kiai bergerak-gerak. Di dalam hati kecilnya, ia (Mbah Nun) berniat untuk mengulang shalatnya karena tidak yakin shalat kiai itu sah.

    Tiba-tiba tidak disangka usai salam, sang kiai membalikkan badan dan dengan tajam menatap Mbah Nun. “Gusti Allah iku ora cerewet koyo kowe.” (Gusti Allah itu tidak cerewet seperti kamu). Sang kiai mengingatkan kepada kita semua bahwa Allah tidak mempersulit dalam beragama.

    Allah tidak menagih di luar kemampuanmu, di luar kapasitasmu. Maka tidak penting apakah Anda berenang di lautan yang airnya bernajis. Nilainya tidak terletak bahwa Anda kena najis. Yang lebih penting adalah, apakah Anda terus berenang ke tengah lautan najis atau Anda berenang ke pinggir mencoba menghindarinya. Mungkin sampai mati Anda tidak pernah bisa sampai ke pantai yang bebas najis. Tapi Allah melihat usaha Anda menghindari najis. Menurut saya di situlah nilainya.
    .
    Sejalan dengan hadits riwayat Bukhari dan Muslim, “Mudahkanlah, jangan mempersulit, beri kabar gembira, jangan membuat manusia menjauh (dari kebenaran), dan saling membantulah, jangan berselisih.”
    .
    Bahwa Allah maha pengasih, maha pemurah, dan rahmatnya mendahului amarahNya. Tapi terkadang manusialah yang mencitrakan Allah menjadi kejam. Seolah-olah Allah selalu siap menghukum hambaNya sekecil apa pun itu kesalahannya.
    .
    🎙️ Mbah Nun
    📽 @edhnx
    .
    #caknun #mbahnun #EmhaAinunNadjib #sabrangmowodamarpanuluh #sabrangMDP #maiyah #Hijrah #kiaikanjeng #pemudahijrah #puisi #1minutebooster #filsafat #melodydalampuisi #beraniberhijrah #ruangrindu #tasawuf #syariat #hakekat #tarekat #makrifat #makna

  •  4,124  53  22 hours ago

Top #SabrangMowoDamarPanuluh Posts

  • #Sinau1Menit [ 266 ]
.
Perubahan secara besar dan cepat akan menimpa Indonesia dalam jangka waktu sepuluh tahun dari sekarang. Pesan Mbah Nun kepada jamaah: ”Yang Allah kasih kepadamu itu lakukan dengan istiqamah dengan tekun sampai kamu jadi ahli dari bidang yang kamu lakukan itu. Nanti kalau Indonesia sudah menjadi negara dunia pertama kamu adalah pakar, kamu menjadi direktur bagi dirimu sendiri, kamu menjadi konglomerat, atau dibutuhkan konglomerat Tidak apa-apa menjadi konglomerat kalau kamu temukan nikmatnya akhirat di konglomerasi yang kamu jalankan. Temukan bakatmu sekarang.
. 
Mbah Nun menekankan, berdaulatlah pada diri masing-masing, pada pikiran masing-masing. Kalau kedelai jadilah kedelai. Tidak usah menyaru-nyaru menjadi kacang hanya karena kacang lebih disukai sebagai cemilan. Mbah Nun meminta jamaah menjadi orang yang sesuai dengan bakat dan minatnya. Menekuninya sampai menjadi ahli. “Berdautlah pada diri sendiri dan tidak usah mengurusi kedaulatan di luar dirimu.
.
Allah menentukan fadhilah atau kelebihan yang berbeda-beda kepada hamba-hambaNya. “Janganlah engkau iri hati terhadap apa yang dianugerahkan oleh Allah kepada sebagian yang lebih banyak dari sebagian yang lain”. (An-Nisa: 32). .
🎙️ Mbah Nun
📽 @edhnx
.
#caknun #mbahnun #EmhaAinunNadjib #sabrangmowodamarpanuluh #sabrangMDP #maiyah #Hijrah #kiaikanjeng #pemudahijrah #puisi #1minutebooster #filsafat #melodydalampuisi #beraniberhijrah #cinta #mencintai #tasawuf #bakat #fadhilah
  • #Sinau1Menit [ 266 ]
    .
    Perubahan secara besar dan cepat akan menimpa Indonesia dalam jangka waktu sepuluh tahun dari sekarang. Pesan Mbah Nun kepada jamaah: ”Yang Allah kasih kepadamu itu lakukan dengan istiqamah dengan tekun sampai kamu jadi ahli dari bidang yang kamu lakukan itu. Nanti kalau Indonesia sudah menjadi negara dunia pertama kamu adalah pakar, kamu menjadi direktur bagi dirimu sendiri, kamu menjadi konglomerat, atau dibutuhkan konglomerat Tidak apa-apa menjadi konglomerat kalau kamu temukan nikmatnya akhirat di konglomerasi yang kamu jalankan. Temukan bakatmu sekarang.
    .
    Mbah Nun menekankan, berdaulatlah pada diri masing-masing, pada pikiran masing-masing. Kalau kedelai jadilah kedelai. Tidak usah menyaru-nyaru menjadi kacang hanya karena kacang lebih disukai sebagai cemilan. Mbah Nun meminta jamaah menjadi orang yang sesuai dengan bakat dan minatnya. Menekuninya sampai menjadi ahli. “Berdautlah pada diri sendiri dan tidak usah mengurusi kedaulatan di luar dirimu.
    .
    Allah menentukan fadhilah atau kelebihan yang berbeda-beda kepada hamba-hambaNya. “Janganlah engkau iri hati terhadap apa yang dianugerahkan oleh Allah kepada sebagian yang lebih banyak dari sebagian yang lain”. (An-Nisa: 32). .
    🎙️ Mbah Nun
    📽 @edhnx
    .
    #caknun #mbahnun #EmhaAinunNadjib #sabrangmowodamarpanuluh #sabrangMDP #maiyah #Hijrah #kiaikanjeng #pemudahijrah #puisi #1minutebooster #filsafat #melodydalampuisi #beraniberhijrah #cinta #mencintai #tasawuf #bakat #fadhilah

  •  6,143  64  17 October, 2019